Senin, 27 Maret 2017, 07:10

Kaknwil: Mari Jaga Persatuan dan Hubungan Harmonis

SOFIFI-Inmas Malut---Mencermati dinamika masyarakat Pulau Morotai dan Halmahera Tengah pasca Pilkada Serentak 15 Pebruari 2017, ada kecenderungan terjadi gesekan sosial di tengah-tengah masyarakat. Gesekan itu terjadi antara satu pendukung kandidat dan pendukung kandidat lainnya. Bahkan ada kejadian kalau ada badan syara suatu masjid memilih salah satu calon yang kebetulan berbeda dengan pilihan dengan sebagian jamaah, maka jamaah yang pilihannya berbeda enggan melakukan shalat berjamaah di masjid itu. Hal yang sama juga terjadi di tempat ibadah lainnya seperti gereja.

Soal ini mendapat perhatian Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara H.Rusli Libahongi, S.Ag, M.AP. Di sela-sela kesibukannya Jumat, (24/03) Rusli menyampaikan bahwa pilkada adalah pesta demokrasi. Sejatinya sebuah pesta adalah untuk kegembiraan. Masyarakat seharus bergembira mendapatkan pemimpin yang akan mengantarkaan kemajuaan daerahnya lima tahun ke depan. Karena itu Kakanwil mengimbau semua pihak harus dapat menerima hasil dari proses demokrasi yang telah dilaksanakan. Siapapun yang terpilih, kita semua harus dapat menerima dengan lapang dada. Baik itu figure pilihan kita, ataupun yang bukan kita pilih, ujarnya.

Rusli menambahkan, sikap elit yang terlibat dalam Pillkada sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat yang dapat menerima dengan lapang dada hasil Pilkada.

Untuk itu kepada para elit di dua daerah itu, Rusli menghimbau dapat menunjukan sikap kenegarawannya. Yang menang dalam Pikada harus meyakinkan bahwa kemengannya adalah kemenangan seluruh masyarakat di daerahnya dan mengajak seluruh masyarakat teribat dalam prosses pembangunan di masa keemimpinannya. Begitu juga yang kalah, harus mampu menyakinkan pendukungnya bahwa kekalahan dalam Pilkada bukan suatu yang menghalang pengabdian terhadap daerahnya. Untuk itu tidak ada alasan membangun permusuhan karena hanya akan menganggu persatuan dan kesatuan yang menjadi foktor penting dalam pelaksanaan pembangunan.

Kepada masyarakat Rusli mengimbau agar perbedaan pilihan dalam pikada tidak dijadikan alasan memecah belah persatuan baik itu persatuan interen ummat baragama maupun antar ummat beragama. Apalagi sampai mengganggu pelaksanaan ibadah dan mengabaikan perintah- perintah agama. Persolan Pilkada jangan diseret ke ranah agama.pinta Rusli.

Dia turut mengimbau tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat berperan aktif memelihara persatuan dan merawat hubungan yang harmonis dengan memberikan pemaham yang baik kepada masyakat.

Menurut Rusli, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara memberikan perhatian serius terhadap persatuan ummat beragama ini. Untuk itu melalui Penyuluh Agama sebagai unjung tombak Kementerian Agama yang ditempatkan di setiap kecamatan, talah diinstruksikan bahwa dalam melaksanakan tugasnya, selain mengajak masyarakat melaksanakan ajaran agama yang baik dan benar juga mengajak kepada persatuan ummat beragama dan pentingnya membangun hubungan yang harmonnis antar ummat beragama.(ici/adv)

Berita Lainnya
Selasa, 28 Februari 2017, 10:37

Kanwil Kemenag Malut Lelang Jabatan

Kamis, 23 Februari 2017, 09:06

Pengurus TM Quba dan DWP Kemenag Dikukuhkan

Selasa, 21 Februari 2017, 11:37

Pejabat Kemenag Malut Tandatangani Perkin

Selasa, 21 Februari 2017, 11:33

Kakanwil Kemenag Rotasi Pejabat Eselon III

Selasa, 21 Februari 2017, 11:27

Kemenag MoU Kota Santri dan Pencegahan Narkoba